Cpx24.com CPM Program
Showing posts with label Bisnis properti. Show all posts
Showing posts with label Bisnis properti. Show all posts

Friday, May 27, 2011

Investasi Apartemen di Indonesia Lebih Menguntungkan

Investasi Apartemen di Indonesia Lebih Menguntungkan

Pengamat properti Panangian Simanungkalit mengatakan, sebagai investasi memiliki apartemen di Indonesia lebih menguntungkan dibandingkan negara tetangga Singapura.
"Kalau mau hitung-hitungan yield (imbang hasil) investasi di Indonesia bisa 9-10%, sementara di Singapura hanya 2,8-3%," kata Panangian yang juga Direktur Eksekutif Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) di Jakarta, Selasa (3/6).
Panangian yang ditemui dalam peluncuran tower ke-4 Kemang Village mengatakan, kalau ada masyarakat Indonesia yang investasi di Singapura sebenarnya keliru karena dari sisi investasi lebih menguntungkan di Indonesia.
Menurut Panangian, meski yield di Indonesia tinggi, tetapi kalau melihat harga jual masih lebih murah dibanding Singapura, Harga jual apartemen di Indonesia maksimal Rp15 juta per meter persegi, sementara Singapura bisa Rp200 juta.
Bahkan menurut Panangian, pasar apartemen premium (segmen atas) berdasarkan survei AC Nielsen mencapai 15% atau berarti sekitar 15 juta yang menjadi target potensial.
Saat ini produk premium yang ada di pasar masih sangat terbatas, seperti yang diluncurkan PT. Bakrieland Development Tbk, Tan Kian, dan kelompok Lippo melalui Kemang Village.
Panangian mengatakan, pasokan apartemen premium saat ini masih sangat terbatas, hanya 3.000 unit per tahun. Sehingga apabila Kemang Village memasarkan 250 unit seharusnya dapat terjual dalam waktu tiga bulan.
"Kalau tidak bisa terjual habis dalam waktu tiga bulan berarti ada yang salah dengan pemasarannya," katanya.
Terkait dengan kenaikan BBM, Panangian mengatakan, pengalaman menunjukkan pasar premium tidak akan terpengaruh. Sebagai contoh belanja properti di luar negeri bisa mencapai 55.000 unit atau senilai Rp90 triliun.
Sehingga apabila apartemen dipasarkan dengan harga Rp1,2 triliun dipastikan tidak akan terpengaruh kenaikan BBM. Apalagi di Singapura masyarakat Indonesia yang memiliki apartemen mencapai nilai Rp10 triliun.
Lippo Group mengembangkan apartemen supermewah TheTiffany setinggi 42 lantai di kawasan superblok Kemang Village (tower ke-4) dengan nilai proyek mencapai Rp500 miliar.
Direktur Lippo Group, Jopy Rusli, mengatakan Tiffany ditargetkan selesai sebelum akhir 2010 dengan jadwal serah terima September 2010

Thursday, December 23, 2010

Pasar Modern Mutiara Karawaci


Pasar Modern Mutiara Karawaci



Berada di lokasi yang sangat strategis hanya 4 menit dari Lippo Karawaci dan sarat dengan berbagai macam fasilitas modern, sehingga menjadikannya sebuah investasi jangka panjang yang sangat berharga.




PETA LOKASI PASAR MODERN DARI ARAH JAKARTA MELALUI LIPPO SUPERMALL KARAWACI



Pasar Modern MUTIARA KARAWACI
LOKASI SUPER STRATEGIS dan dikelilingi banyak perumahan :


Lippo Karawaci, Palem Semi, Villa Ilhami, Harapan Kita, Apartemen ASTON URBANA RESIDENCE, Taman Ubud, Binong Permai, Sari Bumi, Griya Karawaci, Perumnas I, Perumnas II, Perumnas III, Perumnas IV, ASTER.
- Akses mudah, dilalui angkutan umum ( 4 trayek Angkot sudah masuk ) 
- Parkir sangat luas
- Jalan Lebar ( bisa 4 mobil )
- Fasilitas pasar lengkap :
* Terdapat FREEZER penyimpanan daging
* Terdapat TPH (Tempat Pemotongan Hewan)
* Terdapat DAUR ULANG SAMPAH
* Keamanan 24 jam
* Nilai Investasi yang terus meningkat
* Dalam jangka waktu paling lama 7 (tujuh ) tahun harga akan menjadi 2 ( dua ) kali lipat




HARGA JUAL



- GRATIS BIAYA PENGURUSAN NPWP (SEBAGAI SALAH SATU SYARAT KPR) UNTUK AREA TANGERANG
- GRATIS PENGURUSAN LAPORAN PAJAK BULANAN SELAMA 1 ( SATU ) TAHUN UNTUK AREA TANGERANG





KIOS :
MULAI Rp. 170 JUTA






PASAR MODERN MUTIARA KARAWACI
SUDAH BEROPERASI SEJAK
10 JULI 2010



DEVELOPER :
PT. MANTAB SEJAHTERA BINAPERSADA


INFO LEBIH LANJUT
UNTUK SURVEY LOKASI, PILIH UNIT DAN BOOKING FEE 
HUBUNGI MARKETING:
ALDO 0857-1716-7776 ATAU 021-961-75618 ATAU 081-357-450-255

e-mail : firdauspropertous@gmail.com



SEGERA DIPASARKAN!!
APARTEMEN GRAND KARAWACI
LOKASI : DEPAN (SEBELAH UTARA) PASAR MODERN MUTIARA KARAWACI





Fasilitas Apartemen


TENANT-TENANT YANG SUDAH BERGABUNG:


INFO LEBIH LANJUT
UNTUK SURVEY LOKASI, PILIH UNIT DAN BOOKING FEE 

HUBUNGI MARKETING:
ALDO 0857-1716-7776 ATAU 021-961-75618 ATAU 081-357-450-255

e-mail : firdauspropertous@gmail.com


Artikel terkait:

1. Kerjasama Investasi Properti

2. Peluang Usaha dan Bisnis Properti Tanpa Modal

3. Belajar Menjadi Developer Kecil-kecilan

4. Enam Prinsip Sukses Investor Properti

5. Mengubah 1 Milyar menjadi 7 Milyar pada bisnis Properti

6. Contoh Bisnis Properti Hot Deal

7. Bangun Bisnis, Beli Properti

8. Selling Formula Properti 

9. BIKIN DEVELOPER MODAL MINIM HASIL MAXI

10. Bisnis properti yang berawal dari es cendol

11. Peluang Bisnis Agen Properti

12. INVESTASI TERBAIK DI DUNIA

13. Properti tidak membuat Anda Kaya!!!

Wednesday, December 8, 2010

SUKSES! Beli Properti tanpa Modal, malah dapat Modal

SUKSES! Beli Properti tanpa Modal, malah dapat Modal

Walaupun baru selesai mengikuti workshop Properti, JREI Property Cash Machine di akhir bulan Maret, action alumni yang satu ini memang spektakuler. Dalam jangka waktu kurang dari 3 bulan, Pak O.Indro sudah berhasil mengakuisisi 2 properti yang nilainya hampir 3 Milyar dan sekarang sedang dalam proses
mengakuisisi propertinya yang ke 3, sehingga jika berhasil maka keseluruhan aset
properti yang berhasil di akuisisinya setelah mengikuti workshop Properti JREI lebih dari 5 Milyar, hanya dalam waktu yang sangat singkat, 3 bulan saja.
Saya  sangat senang, bangga dan bahagia melihat kesuksesan para alumni dari  workshop properti JREI, karena memang itulah tujuan saya semula mengadakan pelatihan properti ini, agar semua ilmu yang diajarkan selama 2 hari dapat merubah mindset orang dalam melakukan investasi real estate atau propertisecara cepat, mudah, aman dengan resiko/modal sedikit mungkin atau tanpa modal, bahkan kalau bisa malahan beli real estate atau properti dapat uang. Karena salah satu arti kesuksesan bagi saya adalah ketika saya berhasil membantu orang lain mencapai impian mereka.
Pada waktu sharing rahasia kesuksesannya yang spektakuler di hadapan 37 orang peserta  workshop properti JREI di Jakarta kemarin tgl 14-15 Juni 2008, pak O.Indro mengatakan bahwa faktor keberhasilannya dikarenakan, yang pertama adalah langsung action, hunting hot deal di lapangan, setelah selesai mengikuti workshop. Yang kedua adalah, 110% menerapkan ilmu yang diajarkan. Lho kok 110%, iya benar….., 100% ilmu properti yang didapat di workshop properti,  ditambah 10% kreatifitas di lapangan. Yang ketiga adalah dukungan moril dari seorang coach/mentor (ah jadi Ge…er.. nih), tapi memang begitulah kenyataannya, seperti yang selalu dikatakan oleh Robert T Kiyosaki, “Sukses akan lebih mudah kita raih, jika kita mempunyai seorang mentor”
Memang benar apa yang di katakan pak O.Indro, pada waktu kita hunting hot deal di lapangan, selain ilmu yang sudah didapat dari JREI, juga diperlukan kreatifitas dan kejelian melihat hal hal yang dapat kita ubah untuk menambah cashflow properti tersebut. Karena terkadang hot deal yang kita temukan cashflownya negatif, sehingga diperlukan trik dan kreatifitas tambahan agar cashflow dari properti yang kita akuisisi menjadi cashflow positif. Dan trik trik itu saya ajarkan pada semua peserta workshop properti JREI.
Dan memang itulah yang pak O.Indro terapkan, karena properti pertama yang di akuisisinya adalah sebuah ruko dengan bisnis restaurant diatasnya yang sudah berjalan 6 tahun, pak O.Indro menerapkan trik dan strategi yang diajarkan di workshop properti JREI untuk menaikkan omset restaurantnya berkali lipat.
Pada property kedua pak O.Indro berhasil mendapatkan cashback yang lumayan besar nilainya sekitar 300 jutaan, beliau juga melakukan beberapa strategi  yang membuat cashflow dari properti tersebut naik menjadi 200%.
Nah mari kita nantikan sambil berdoa agar proses akuisisi property pak O.Indro yang ke tiga berjalan lancar, sehingga pak O.Indro dapat sharing kembali pada workshop properti JREIyang akan datang dan menjadi inspirator bagi rekan rekan alumni JREI yang lain. Oh ya, sedikit bocoran, property ke tiga yang akan pak O.Indro akuisisi adalah sebuah gedung dengan bisnis yang sudah berjalan diatasnya, yaitu bisnis pendidikan. Dan ini membuktikan bahwa ilmu yang yang diajarkan  workshop properti JREI bisa diterapkan tidak hanya pada properti hunian, tapi juga properti komersial.
Pak O.Indro adalah salah satu dari beberapa alumni workshop properti JREI yang sudah berhasil. Karena kemarin saya baru saja pulang dari Banjarmasin untuk survey sebuah penawaran hot deal property yang sangat menarik, dan saya sempat bertemu dengan pak Yusuf, salah seorang alumni pelatihan di Jogya bulan lalu 17-18 Mei 2008, yang juga sama spektakulernya dengan pak O.Indro, karena belum sebulan sudah berhasil membeli sebuah properti seharga 500 juta dan mendapat cash back 400 jutaan, karena kredit yang dikucurkan oleh bank senilai 900 juta. Dan pak Yusuf juga mengatakan kesuksesannya adalah 100% hasil dari menerapkan ilmu yang diajarkan selama 2 hari di workshop properti, JREI Property Cash Machine workshop.
Dan dalam waktu dekat ini, saya yakin akan segera menerima kabar gembira dari beberapa alumni JREI lainnya, karena mereka saat ini sedang pada tahap coaching intensif dengan saya pribadi dalam proses akuisisi properti dan pembiayaan perbankannya.
Selamat pak O.Indro dan pak Yusuf, anda berdua memang layak dapat Bintang! Two Tumbs Up for both of You!

Properti tidak membuat Anda Kaya!!!

Hah?? Properti tidak membuat Anda Kaya!!! 

Ya, anda tidak salah baca judul diatas. Memang terdengar tidak masuk akal dan kontroversial.. tapi itulah kenyataan yang saya rasakan dan alami.. beberapa kali saya membeli (“berinvestasi”) properti di tahun 1994, 1995 dan 1996 tapi ternyata saya tidak menjadi kaya…malahan saya mengalami kerugian yang cukup besar. Dan ternyata pendapat saya tersebut disetujui oleh Robert T. Kiyosaki dalam buku terbarunya yang saya beli beberapa waktu yang lalu “Increase Your Financial IQ” (sudah ada terjemahannya dalam bahasa Indonesia di Gramedia)
Jadi berhati hatilah dalam membeli atau investasi di properti, karena salah salah bukan kita tambah kaya, malah kerugian besar menanti. Nah apa yang seharusnya kita lakukan jika kita ingin menjadi kaya dengan membeli properti ???
Sebelum kita membeli properti, pertama tama yang harus kita lakukan adalah meningkatkan finansial IQ kita. Karena yang membuat kita kaya bukanlah properti nya, tetapi kecerdasan finansial  kitalah yang membuat investasi properti kita berhasil dan membuat kita menjadi semakin kaya bahkan bisa pensiun dan mendapatkan pasif income. Nah menurut Robert T Kiyosaki, tingkat kecerdasan finansial seseorang diukur dengan finansial IQnya.
Terdapat 5 dasar Finansial IQ yang harus kita miliki, yaitu :
1. IQ untuk menghasilkan uang lebih banyak
2. IQ untuk melindungi nilai uang yang sudah didapat
3. IQ untuk menganggarkan penggunaan uang
4. IQ untuk menggunakan daya ungkit uang
5. IQ untuk meningkatkan informasi keuangan
Untuk berhasil dan sukses dalam berbisnis dan investasi properti, adalah mutlak kita membutuhkan kecerdasan keuangan. Semakin tinggi tingkat kecerdasan keuangan kita, maka makin tinggilah penghasilan kita, dan makin kayalah kita.
Jadi sebelum anda berinvestasi di real estate, tingkatkan terlebih dahulu kecerdasan finansial anda, pelajari dulu cara caranya, cara berinvestasi yang aman, cara mengungkit kekuatan uang anda dengan meminjam uang di bank tapi dengan cara yang aman, cara mencari dan memilih real estate yang langsung untung pada saat kita beli.
Hal ini sangatlah sejalan apa yang saya lakukan sekarang. Setelah saya berhasil meningkatkan finansial IQ saya, barulah saya berhasil melakukan investasi di properti. Sehingga sekarang saya berhasil membeli beberapa aset properti, tanpa mengeluarkan uang dari kantong sendiri, bahkan mendapat uang, dan tanpa harus memikirkan angsuran bulanannya, karena sudah ada yang bayari.
Dan hal ini jugalah yang selalu saya ajarkan dalam workshop properti JREI Property Cash Machine, bahwa sebelum berinvestasi di real estate, kita harus menggunakan kecerdasan finansial, kita harus pergunakan kedua otak kita kanan dan kiri dengan seimbang, tidak bisa hanya pakai otak kanan saja lho!!..…kita harus mampu menganalisa apakah properti yang kita beli ini akan menghasilkan uang buat kita baik dari cash flow maupun dari capital gain, bagaimana properti yang kita beli ini bisa kita peroleh tanpa kita mengeluarkan uang sepeserpun malah dapat uang (yang ini bener bener enak lho…dapat properti…..dapat uang lagi…), bagaimana bank menilai kita sehingga aplikasi kredit kita pasti disetujui… bagaimana memilih properti yang akan bekerja membuat kita semakin kaya dan mendapat pasif income.
So, mulailah untuk selalu berusaha meningkatkan Finansial IQ dan kecerdasan keuangan anda.


Artikel terkait:

1. Kerjasama Investasi Properti

2. Peluang Usaha dan Bisnis Properti Tanpa Modal

3. Belajar Menjadi Developer Kecil-kecilan

4. Enam Prinsip Sukses Investor Properti

5. Mengubah 1 Milyar menjadi 7 Milyar pada bisnis Properti

6. Contoh Bisnis Properti Hot Deal

7. Bangun Bisnis, Beli Properti

8. Selling Formula Properti 

9. BIKIN DEVELOPER MODAL MINIM HASIL MAXI

10. Bisnis properti yang berawal dari es cendol

11. Peluang Bisnis Agen Properti

12. INVESTASI TERBAIK DI DUNIA

13. Properti tidak membuat Anda Kaya!!!

INVESTASI TERBAIK DI DUNIA

INVESTASI TERBAIK DI DUNIA

Enam tahun yang lalu, saat itu saya baru saja beberapa bulan kembali dari Amerika, sebuah negeri dimana banyak para pengusaha besar menyekolahkan anak anak mereka di sana, dimana banyak para pejabat negeri kita sekarang yang dulunya bersekolah di sana, sebuah negeri yang sebagian besar masyarakat Indonesia sepanjang hidupnya hanya bisa menyaksikannya dari layar bioskop, televisi atau berita berita di mass media. Sebuah negeri impian bagi para orangtua untuk menyekolahkan anak anaknya.

Tetapi saya menjalani hidup saya selama 2 tahun di Amerika, bukan karena orangtua saya kaya dan menyekolahkan saya ke sana, bukan pula karena prestasi akademik saya cemerlang sehingga mendapat beasiswa untuk belajar ke sana, bukan pula karena saya seorang yang sukses secara materi sehingga saya bisa memiliki tabungan untuk saya habiskan jalan jalan ke tempat tempat wisata di Amerika. Bukan, bukan itu semua.
Tetapi saya ke sana, karena keadaan yang memaksa, di mana saat itu saya baru saja bangkrut habis habisan yang ke 2 kalinya dalam waktu tidak sampai 2 tahun dan saya tidak mempunyai penghasilan sepeserpun. Saya berangkat ke Amerika benar benar “modal nekat” hanya bermodalkan tiket pp, $1000 (hasil pinjaman ke mertua saya), visa turis, tanpa kemampuan berbahasa Inggris fasih, tanpa pengalaman kerja di luar Indonesia, tanpa tahu apa yang akan saya hadapi di sana dan tanpa ijin kerja pula. Pokoknya yang penting berangkat dulu, sampai Amerika dulu, what will be, will be lah :)
Dan seperti sebagian besar anda yang sudah membaca dalam buku saya “Property Cash Machine – langkah Cerdas Membangun Kekayaan Tanpa Modal”, di bagian awal saya sudah menceritakan tentang kisah kerja keras dan perjuangan selama kerja 730 hari dengan 3 pekerjaan sekaligus (sebagai pelayan toko, sebagai kurir antar makanan dan sebagai petugas cleaning service) dan harus terpisah jauh dari keluarga di Indonesia. Dan setelah 730 hari akhirnya saya memutuskan kembali ke negeri tercinta Indonesia ini.
Kembali ke awal tulisan diatas, 6 tahun yang lalu adalah waktu dimana saya baru saja beberapa bulan kembali dari Amerika. Saya kembali tanpa tahu apa yang harus dilakukan. Pekerjaan saya waktu itu hanyalah antar jemput anak sekolah dan menjadi sopir sekaligus pengawal pribadi istri saya. Bagi anda yang pernah mengalami situasi ini, kita sebagai pria, kepala rumah tangga , sangatlah tertekan secara psikologis. Masa itu adalah masa-masa yang menantang bagi saya.
Belum lagi menghadapi keluarga yang setiap kali bertemu, menanyakan “Sudah punya rencana kerja atau usaha apa???” Boro boro…… Jangankan untuk mikir kerjaan, menyesuaikan dengan situasi Jakarta yang serba jauh dan macet kemana-mana saja suatu tantangan berat bagi saya waktu itu, belum lagi proses penyesuaian dengan istri yang sudah berpisah selama 2 tahun. Wow tidak mudah sama sekali.
Untunglah walau tanpa penghasilan dan tanpa tahu kapan akan kembali mulai berpenghasilan, saya mempunyai kesadaran akan pentingnya mengembangkan diri, pentingnya menambah ilmu dan menambah lingkungan baru yang positif, akhirnya saya memutuskan untuk meng”investasi”kan tabungan hasil kerja keras saya selama 2 tahun di Amerika dalam bentuk seminar-seminar pengembangan dan motivasi diri yang harganya tidaklah murah (jutaan rupiah) dan dalam buku-buku motivasi dan pengembangan diri yang nilainya juga besar sekali untuk ukuran saya pada waktu itu. Tanpa saya sadari, saya sudah menghabiskan puluhan juta rupiah untuk “investasi” dalam kepala saya atau leher keatas ini.
Waktu itu, walau saya ‘pengangguran’ tapi saya tidak mau melewatkan waktu dengan hanya merenung di rumah dan menyesali nasib, saya ikuti semua seminar yang ada waktu itu, baik pembicaranya yang namanya berawalan huruf depan ‘A’ sampai yang berawalan huruf ‘Z’ saya sudah ikuti semua waktu itu.
Saya ikut seminar-seminar dari berbagai model. Ada seminar motivasi di hotel berbintang yang pesertanya diminta untuk teriak teriak sampai suara habis setelah selesai seminar. Ada seminar yang pesertanya dibuat bercucuran airmata. Ikut juga workshop pertanian yang diadakannya dipelosok desa dimana harus tidur di losmen murah dan makan seadanya. Pokoknya ada seminar atau workshop dimanapun yang menarik hati saya waktu itu saya kejar, walau harus keluar biaya hotel dan transportasi diluar kota sekalipun.
Waktu itu sekalipun kegiatan saya ini terbilang positif, tetap saja mendapat tantangan dari pihak keluarga. Bahkan setiap kali pulang ke rumah orang tua, ada sedikit perasaan tidak enak, karena pasti ayah saya selalu berkata, “Sudah sekarang tidak usah kebanyakan baca buku dan buang buang uang ikut seminar sana sini, kamu malah habiskan uang untuk bikin kaya penulis buku dan pembicara seminarnya saja. Yang penting sekarang cari kerja atau usaha gitu lho…”
Walau mendapat tantangan seperti itu, untunglah saya mengambil keputusan untuk tetap meng’investasi’kan uang tabungan saya untuk beli buku dan ikut seminar dan workshop2 tersebut. Dan ternyata keputusan saya untuk meng’investasi’kan pada kegiatan belajar itu sangat tepat sekali. Karena ternyata setelah saya renungkan perjalanan hidup saya sampai saat ini, justru buku, seminar dan workshop-workshop tersebutlah yang membuat kehidupan saya berubah bagai bumi dan langit dengan kehidupan saya 6 tahun yang lalu. Bahkan pada titik tertentu boleh dibilang telah menyelamatkan hidup saya.
Buku, seminar dan workshop-workshop tersebutlah yang menyelamatkan kehidupan rumah tangga saya. Saya sangat berterima kasih sekali dengan para penulis buku dan pembicara seminar yang sudah mau meluangkan waktu mereka untuk membagikan ilmunya, karena melalui merekalah, hidup saya bisa berubah. Bahkan beberapa diantara mereka sekarang menjadi teman-teman baik kami saat ini.
Dan karena alasan itulah pula sekarang saya membayar balik pada masyarakat luas atau istilahnya “pay it forward” dengan menuliskan “Rahasia sukses saya” dalam buku Property Cash Machine dan mengajarkannya pada orang banyak dalam bentuk workshop properti dan seminar-seminar entrepreneurship.
Untuk itu pulalah saya rela meluangkan waktu Sabtu dan Minggu, yang seharusnya saya pakai istirahat dan menikmati kebersamaan bersama keluarga setelah sibuk mengurusi bisnis di hari biasa, tapi saya memilih untuk ada di pelosok negeri ini mulai dari Aceh sampai Bali, dari Pontianak sampai Purwokerto, untuk membangkitkan semangat dan motivasi teman-teman di sana.
Dan ternyata setelah saya membaca kisah para orang sukses di dunia dan pembicara-pembicara Top dunia seperti Anthony Robbins (yang baru saja selenggarakan seminar dengan harga lebih dari Rp. 40 juta per orangnya di Bali), mereka juga berani membayar harga di awal, berani meng”investasi”kan uang tabungan mereka untuk meningkatkan diri mereka, untuk mengembangkan diri mereka, hingga bisa seperti saat ini.
Sampai disini mungkin sebagian kecil dari anda mempunyai pemikiran seperti ini “ah..pak Joe bisa begitu kan, walau tidak punya penghasilan, tapi kan… punya tabungan hasil kerja di Amerika…”
Hayo siapa yang punya pikiran seperti itu? Saya jawabnya mudah saja, silahkan anda baca kisah Agus Handayanto (dalam buku Property Cash Machine) salah satu alumni workshop properti yang saya selenggarakan. Pak Agus gabung workshop saya dalam kondisi tidak punya uang sama sekali, dan akhirnya berhasil bergabung dengan cara menggadaikan handphone kesayangan istrinya.
Tapi apa yang terjadi 2 bulan kemudian setelah dia mempraktekkan satu strategi, ya betul hanya satu strategi saja yang diajarkan dalam workshop, Pak Agus berhasil membeli sebuah toko handphone tanpa keluar uang dari kantongnya sendiri dan setiap bulan mendapatkan penghasilan pasif sebesar Rp 5 juta/bulan. Wow! Pasif lho ya, luarbiasa bukan?
Saya sendiri, investasi yang saya investasikan dalam buku-buku atau seminar-seminar telah kembali beribu-ribu kali lipat, beribu-ribu persen walau sebenarnya hasilnya sangatlah tidak bisa hanya diukur secara materi saja.
Jadi terus terang saja sampai saat ini saya masih heran buangeeeett, kalau ketemu teman lama atau baru yang begitu tahu, saya adalah seorang penulis buku best seller dan pembicara, bukannya segera membeli buku saya, tapi minta diberi gratis :)
Mereka terkadang bilang begini “Kasih dulu bukunya ke saya gratis, nanti setelah saya berhasil praktekkan saya bayar 10 kali lipat …….. he3x” atau ada yang bilang begini, “Kapan kamu mau undang saya ke workshopmu yang harganya jutaan itu? Gratis dong, nanti kalau sudah berhasil dipraktekkan dan ada hasilnya baru bayar……he3x”
Dalam hati kecil saya hanya berkata begini, kalau untuk investasi ilmu di pikiran mereka saja, mereka tidak mau berkorban, bagaimana mereka bisa merubah hidup mereka? Sementara itu untuk beli ‘gadget’ keluaran terbaru yang harganya jutaan, mereka berani menggesek kartu kredit untuk menjaga gengsinya, tidak heran kehidupan mereka tidak berubah lebih baik sejak saat terakhir bertemu dengan saya, dan saya tidak heran pula, jika bertemu dengan mereka beberapa tahun ke depan kehidupan mereka akan tetap sama, bahkan mungkin lebih buruk.
It’s about the life principle, Apa yang anda tabur itulah yang anda tuai.
Dengan ber”investasi” di diri anda, Anda sedang menabur ilmu di pikiran anda dan belajar banyak hal. Dengan belajar banyak hal, akan terjadi perubahan yaitu berubahnya pola pikir anda, berubahnya cara anda memandang sesuatu, berubahnya cara anda bicara, berubahnya cara anda bertindak maka berubah pulalah nasib dan hidup anda.
Atau kalau menurut boso jowone “You have to be the change! Change the way you think, change the way you do things and then you will enjoy your fruits of success”.

 

Sunday, December 5, 2010

Peluang Usaha - Bisnis Properti

Peluang Usaha - Bisnis Properti

Investasi di properti masih jadi pilihan utama kebanyakan orang, sebab orang beranggapan bahwa itu adalah salah satu cara terbaik untuk mengembangkan uang. Secara umum investasi properti dianggap lebih aman daripada jenis investasi lainnya. Sebabnya Anda menguasai atau mengelola sendiri investasinya, jadi Anda bisa mengendalikan hampir semuanya. Namun hal itu bukanlah satu-satunya keuntungan berinvesatsi di properti, karena yang paling menarik sebenarnya dari invesatsi di properti ini memungkinkan Anda untuk menggunakan uang orang lain untuk mulai berinvestasi.

Kebanyakan produk investasi lain banyak dipengaruhi oleh faktor luar. Misalnya harga-harga di bursa saham bisa naik turun dengan cepat bahkan signifikan karena isu atau gossip seputar politik, kebijakan pemerintah, keamanan negara, kondisi ekonomi, atau seperti obligasi yang harganya turun saat angka inflasi dan suku bunga naik. Dibandingkan properti yang walaupun
juga terpengaruh faktor luar, namun perubahannya tidak terlalu cepat, misalnya harga rumah tentunya tidak bisa berubah begitu saja dalam sehari tetapi butuh tahunan.

Keuntungan Investasi di properti Dengan berinvestasi ke properti, Anda mempunyai kesempatan untuk mendapatkan hasil return investasi yang besar. Jika Anda lihat Donald Trump pengusuha properti dari Amerika atau Ir. Ciputra dari Indonesia, mereka kaya raya dari bisnis properti. Bank juga memiliki properti, jika kita perhatikan gedung kantor pusat bertingkat tinggi yang megah, belum lagi puluhan jumlah kantor cabangnya. Banyak cara untuk berinvestasi ke properti.

Anda bisa memulainya dengan membeli rumah tinggal, ruko, membangun rumah sewaan, bangunan komersial lainnya atau tanah kosong. Dari semua pilihan ini, membeli dan menjual rumah sewaan lebih baik dipilih bagi mereka yang baru akan mulai berinvestasi di properti, kemudian sedikit-sedikit menabung dari hasil sewa untuk diinvestasikan kembali..Jika Anda perhatikan banyak orang tertarik untuk membuat rumah sewaan, sebab dengan menjadi induk semang memungkinkan Anda memiliki harta yang bisa Anda kontrol sendiri, kemudian menjualnya nanti.

Kabar baiknya Anda tidak memerlukan uang banyak untuk memulai investasi
Anda di properti.

Penting sekali memahami mengapa properti seringkali menjadi pilihan utama orang untuk mengembangkan harta kekayaannya, alasannya bukannya karena properti tidak berisiko. Seperti investasi lainnya di properti juga mempunyai kendala misalnya para penyewa yang telat membayar sewa rumah, pindah tanpa memberitahu, bangunan yang rusak, kesulitan apapun bisa terjadi.

Intinya jika Anda bersedia repot dengan urusan semacam ini, maka investasi di properti memang untuk Anda. Menggunakan Uang Orang lain “ Other People’s Money “ Salah satu hal yang paling menarik dari investasi di properti adalah bahwa sistemnya dibuat sedemikian rupa sehingga memungkinkan Anda untuk menggunakan uang orang lain untuk membiayai investasi Anda. Ini adalah salah satu konsep terpenting yang membuata rproperti bisa menjadikan Anda bisa lebih kaya dibandingkan investasi lainnya.

Pada jenis investasi lain maka besarnya jumlah investasinya sangat ditentukan dari seberapa banyak Anda bersedia dan mampu membayarnya dengan tunai. Jadi untuk membeli investasi lain Anda barus membayarnya tunai dengan asumsi menggunakan uang Anda sendiri. Kita ambil saja contohnya investasi di pasar modal. Untuk membeli saham maka Anda harus membayar tunai seluruhnya dari kesuluruhan transaksinya, kecuali Anda melakukan margin trading yang sebenarnya sangat berisiko. Begitu juga investasi di obligasi, reksadana, deposito dan tabungan di bank, bahka emas dan barang koleksi yangbernilai seni, semuanya mensyaratkan pembayaran tunai seluruhnya.

Investasi di properti tidak demikian, Anda bisa saja membayar sebesar uang muka rumahnya sebesar 10% sampai dengan 30% dari harga rumahnya dalam rangka untuk memiliki barangnya kemudian sisanya bisa dibiayai dari pinjaman ke bank. Jangankan bank, bahkan developernya sendiripun mau memberikan keringanan pembayaran cicilan untuk pembayaran uang muka
pembelian barangnya.

Kesempatan untuk menggunakan uang orang lain terwujud dalam bentuk pembiayaan ini disebut dengan istilah leverage, atau kemampuan dalam melipatgandakan sesuatu. Contohnya, dihari pertama Anda berhasil mendapatkan kredit rumah dengan pembayaran uang muka sebesar Rp 30 juta, maka dihari itu pula aset tunai Anda langsung bertambah menjadi Rp 100 juta.

Dengan menggunakan pembiayaan maka investasi rumah bisa berlipat ganda dengan dua cara. Pertama, semakin banyak uang yang diinvestasikan maka semakin besar uang orang lain atau pembiayaan yang bisa Anda dapatkan, misalnya dengan uang Rp 30 juta, maka Anda hanya bisa membeli saham sampai sebesar Rp 30 juta. Namun dengan jumlah uang yang sama jika diinvestasikan ke dalam properti, maka Anda bisa membeli rumah seharga Rp 100 juta. Dimana Anda membayar uang muka rumah sebasar Rp 30 juta, kemudian bank membiayai sisanya sebesar Rp 70 juta, selanjutnya Anda menjadi pemilik sebuah bangunan seharga Rp 100 juta. Bukankah jumlah tersebut lebih dari 3 kalinya atau 300% berlipat ganda ? Luar biasa.

Mengapa Real Estate Menguntungkan?

Menggunakan uang orang lain atau menggunakan pembiayaan merupakan salah satu saja dari kemudahan yang bisa dimanfaatkan dakam berinvestasi ke properti. Namun selain itu masih banyak keuntungan investasi di properti yang membuatnya sangat menarik di bandingkan investasi lainya.

1. Arus Kas, “Cash Flow“,
Arus kas adalah uang yang Anda terima secara rutin atas uang yang Anda tanamkan dalam suatu investasi. misalnya bunga tabungan dan deposito adalah arus kas karena memberikan pendapatan untuk Anda. Dalam properti, uang sewa bisa menjadi pemasukan atau arus kas untuk Anda.
Semakin banyak bangunan yang bisa Anda sewakan maka semakin besar pula arus kas Anda.

2. Nilai kepemilikan Anda terhadap rumah tersebut meningkat.
Nilai kepemilikan atau hak Anda terhadap investasi properti yang dibiayai dari konsep menggunakan uang orang lain tadi akan meningkat, jauh melebihi hutang atau kewajiban Anda. Hak kepemilikan seseorang dalam suatu investasi ini dikenal dengan istilah equity. Contohnya jika pembelian investasi properti Anda sebesar Rp 100 juta, yang dibiayai oleh bank Rp 70 juta, sisanya yang Rp 30 juta memakai uang Anda sendiri. Maka hak kepemilikan Anda terhadap investasi senilai Rp 100 juta tadi adalah sebesar Rp 30 juta atau 30%nya.

Hak kepemilikan akan bertambah nilainya karena adanya pembayaran cicilan hutang yang mengurangi kewajiban. Selain itu hak kepemilikan Anda juga bertambah karena nilai propertinya naik. Nilai properti Anda akan naik disebabkan inflasi yang membuat harga barang dan jasa mengalami kenaikan termasuk properti.

Akibat inflasi ini bukan cuma nilai propertinya yang naik tetapi juga Anda mempunyai kesempatan untuk menaikkan arus kas atau pendapatan rutin Anda dengan cara menaikkan uang sewa rumah sejalan dengan inflasi tadi. Kenaikan nilai properti ini bahkan bisa menaikkan kekuatan meminjam Anda. Bank biasanya dengan senang hati memberikan pinjaman tambahan berdasarkan kenaikan harga agunannya atau propertinya. Anda bisa mengunakan uang ini untuk melunasi saldo hutang yang lama, dan sisa uang dari pinjaman tersebut bisa masuk kantong Anda. Kemudian untuk cicilan pinjaman baru sesuaikanlah dengan pemasukan uang sewa.

3. Kesempatan untuk membangun bangunan yang lebih besar lagi,
setelah Anda berhasil melunasi hutangnya, Anda akan mempunyai lebih banyak uang untuk dialokasikan, misalnya untuk membuat properti yang sudah ada menjadi lebih besar lagi. Banyak investasi properti dimulai dari sebuah bangunan kecil, tetapi karena ada pendapatan dari sewa yang bisa mencover cicilan hutang bulanan, maka membuat propertinya menjadi bangunan lebih besar menjadi sangat mungkin.

Sulitkah Mendapatkan Pinjaman Untuk Investasi properti?

Bagian paling sulit dari semua bisnis adalah mendapatkan uang untuk membiayai bisnis tersebut. Orang bahkan masih sangat sulit untuk meminjam kredit usaha dari bank untuk memulai usaha. Bank biasanya hanya mau memberikan pinjaman hanya kepada bisnis yang sudah berjalan 2 tahun. Hal ini tidak berlaku saat Anda mau meminjam uang ke bank untuk membeli rumah.

Tidak peduli apakah Anda baru membeli rumah untuk pertama kalinya atau untuk yang kesekian kalinya, kredit rumah bisa diberikan oleh bank untuk pembelian rumah yang ke berapapun. Selain itu dari sisi bank kredit rumah juga dianggap sebagai jenis kredit yang risikonya paling rendah.

Sebab besarnya cicilan kredit rumah disesuaikan dengan penghasilan Anda, dengan demkian bank berasumsi bahwa debiturnya sudah mempunyai penghasilan yang stabil yang bisa digunakan untuk membayar cicilan bulanan.

Kemudian dilihat dari segi jaminanya yaitu bangunan itu sendiri, yang kita ketahui terus mengalami kenaikan harga, maka tidak heran kalau jaminannya umumnya bisa mengcover hutangnya.

Langkah – Langkah Memulai Investasi Di properti

Walaupun ada kesempatan menggunakan pinjaman untuk membiayai investasi properti Anda, bukan berarti Anda menjadi lengah. Investasi di properti tetap membutuhkan komitmen penggunaan uang dan waktu. Jadi melakukan riset dan menetapkan rencana sebelum berinvestasi di properti sangatlah penting. Karena langkah paling awal dan paling penting begitu Anda memutuskan untuk berinvestasi ke properti adalah mempelajari segala sesuatunya tentang properti sebanyak yang Anda bisa.

Terus belajar, ada banyak sumber informasi yang bisa Anda dapat untuk belajar tentang investasi properti misalnya dari buku – buku, kursus, seminar, juga internet dan lain-lain. Untuk mengenal bisnis properti Anda juga bisa mengambil kerja paruh waktu sebagai broker properti.

Keuntungannya, selain Anda bisa mempraktekkan apa yang Anda pelajari dari berbagai sumber informasi tadi, Anda juga bisa mendapatkan komisi penjualan dari properti yang Anda jual. Belum lagi kesempatan untuk membangun jaringan atau network yang tentunya akan sangat bermanfaat untuk membantu bisnis properti Anda nanti. Melakukan riset terlebih dahulu akan membuat Anda “awas” terhadap risiko atau problem-problem yang mungkin timbul berkenaan dengan kepemilikan properti misalnya bisa terjadi masalah dengan para penyewa, biaya-biaya perawatan bangunan.

Bekerja samalah dengan agen penjual rumah atau broker properti, setelah Anda membekali diri Anda dengan informasi yang memadai tentang bisnis properti maka selanjutnya carilah seorang agen penjual rumah atau broker properti yang bersedia membantu Anda memahami lebih jauh tentang bisnis properti. Carilah agen penjual yang sudah berpengalaman minimal 2 tahun, biasanya mereka sudah jauh lebih menguasai bisnis properti.

Sebaiknya Anda mencari agen penjual rumah yang bekerja fulltime daripada partime, sebab dikhatirkan mereka tidak bisa memenuhi Riset mengenai suku bunga, kenaikan harga properti, harga sewa, jika Anda mau menggunakan pembiayaan dari bank maka bandingkanlah suku bunga kredit bank yang satu dengan yang lain dan carilah yang paling kompetitif. Kemudian juga mengenai asumsi kenaikan harga propertinya sehingga Anda bisa menentukan kira-kira berapa harga jualnya suatu saat nanti. Jangan lupa jika Anda ingin mendapatkan pemdapatan dari sewa ruamh, maka sebelum menentukan harga sewa carilah informasi mengenai harga sewa rumah yang pantas untuk daerah tersebut yang disesuaikan dengan kondisi bangunannya.

Your Action Plan

Setelah Anda berketetapan hati untuk berinvestasi di properti, maka selanjutnya Anda tinggal menetapkan tujuan dari investasi properti Anda secara spesifik dan terukur. Misalnya Anda ingin mendapatkan uang Rp 100 juta yang Anda tanamkan dalam investasi properti e atau pembelian properti bisa menjadi Rp 1 Milyar dalam 10 tahun. Setelah Anda menetapkan tujuan barulah Anda bisa menentukan jenis properti apa yang cocok untuk mencapai tujuan tersebut, apakah perumahan, bangunan komersial..

Hitunglah berapa banyak jumlah uang yang dibutuhkan untuk nvestasi tersebut, kondisi pasar propertinya, kemudian jumlah uang sewa yang bisa Anda harapkan, juga berapa banyak bangunan yang bisa Anda beli. Dengan melakukan riset seperti dianjurkan diatas, maka Anda bisa memperkirakan berapa banyak uang yang mesti Anda sediakan dan berapa hasil investasi yang bisa diharapkan untuk terus berkembang.

Anda bahkan bisa perkirakan berapa lama properti tersebut harus Anda tahan sebelum menjualnya. Dengan membuat tujuan keuangannya akan memberikan Anda semacam pedoman untuk memulai bisnis baru Anda, mengambil tindakan9 tindakan yang perlu, melakukan antisipasi risiko, kemudian melakukan investasinya.

Selamat berinvestasi !

Artikel terkait:

1. Kerjasama Investasi Properti

2. Peluang Usaha dan Bisnis Properti Tanpa Modal

3. Belajar Menjadi Developer Kecil-kecilan

4. Enam Prinsip Sukses Investor Properti

5. Mengubah 1 Milyar menjadi 7 Milyar pada bisnis Properti

6. Contoh Bisnis Properti Hot Deal

7. Bangun Bisnis, Beli Properti

8. Selling Formula Properti 

9. BIKIN DEVELOPER MODAL MINIM HASIL MAXI

10. Bisnis properti yang berawal dari es cendol




Wednesday, December 1, 2010

Peluang Bisnis Agen Properti

Peluang Bisnis Agen Properti

 Agen properti atau sering kita sebut broker, merupakan peluang bisnis yang amat menekankan pada aspek kepercayaan. Dalam lima belas tahun terakhir, perusahaan agen properti mengalami perkembangan yang cukup pesat, terutama di benua Eropa, Amerika Serikat, Australia dan beberapa negara Asia Timur. Bisnis ini juga telah berkembang di Indonesia sejak 10 tahun terakhir. Geliat sektor properti di Indonesia diakui tidak lepas dari peran para agen properti. Selama beberapa tahun terakhir pertumbuhan sektor properti nasional banyak didorong oleh partisipasi para agen properti yang jumlahnya ratusan, bahkan mungkin ribuan jika dihitung dengan agen properti yang berdiri sendiri atau individu.

Menjadi agen properti mermang merupakan peluang usaha yang sangat menggiurkan. Dengan berlandaskan aspek kepercayaan, mereka yang bertugas menghubungkan antara pembeli dan penjual rumah atau bangunan lainnya. Para agen properti yang berbadan hukum maupun individu, berperan besar dalam penjualan apartemen berskala menengah sampai besar. Mereka juga berperan penting dalam upaya penjualan produk-produk properti, seperti pusat bisnis, rumah kantor (rukan), mall, unit-unit rumah di perumahan besar, menengah, kecil dan sebagainya.
Nah, kini saatnya giliran Anda untuk memulai peluang bisnis  agen properti. Sebagai pebisnis pemula dalam memulai bisnis ini, Anda tidak memerlukan modal yang terlalu besar. Hal ini dikarenakan yang Anda perjual belikan adalah rumah milik orang lain. Jadi, Anda tidak perlu repot-repot membeli rumah seperti pebisnis jual-beli rumah. Jika Anda berhasil menjual satu unit properti, biasanya Anda akan mendapat fee sebesar 2 % dari nilai penjualan. Jadi, jika Anda berhasil menjual rumah seharga 1 milliar, Anda berhak mendapat fee sebesar Rp 20.000.000,.
Untuk memulai bisnis ini ada beberapa persiapan yang perlu Anda lakukan. Persiapan-persiapan itu adalah sebagai berikut.
  1. Siapkan alat komunikasi (handphone) untuk menghubungi penjual dan pembeli.
  2. Siapkan kamera digital untuk mengambil gambar rumah yang akan dijual. Tidak perlu yang terlalu mahal, asalkan bisa menghasilkan gambar yang baik. Minimal dengan menggunakan kamera berukuran 5 mega pixel pun sudah cukup.
  3. Perluaslah jaringan relasi.
  4. Siapkanlah database calon pembeli potensial.
Dalam menjalankan usaha ini, Anda akan berjumpa dengan beberapa hambatan, antara lain sebagai berikut :
  • Saingan bisnis ini sudah cukup banyak. Oleh karena itu, Anda harus pandai menjaga kepercayaan dari konsumen sehingga Anda bisa terus  diandalkan.
  • Ketidak cocokan selera pembeli dengan rumah yang akan dijual.
  • Penjual yang bersikeras menjual rumahnya dengan harga mahal sehingga rumahnya sulit untuk terjual.
  • Pembatalan transaksi karena berbagai hal.
Agar bisnis Anda berjalan dengan lancar, Anda harus memiliki strategi khusus. Strategi tersebut sebagai berikut :
  • Jaringan relasi sebanyak-banyaknya. Semakin banyak relasi Anda, semakin banyak juga kesempatan terjadinya transaksi jual beli yang menguntungkan bagi Anda.
  • Jaga kepercayaan relasi Anda. Jangan sampai ada yang kecewa terhadap Anda.
  • Jalinlah relasi dengan kalangan perbankan dan notaris. Jika suatu saat Anda membutuhkan jasa mereka, Anda tidak akan mengalami kesulitan.
  • Anda harus memiliki product knowledge.
  • Tingkatkan kemampuan Anda dalam bernegosiasi dan meyakinkan pembeli.
  • Pahamilah segala hal yang dibutuhkan dan diinginkan oleh calon pembeli.
  • Perluas pengetahuan Anda tentang interior, eksterior, pertanahan, atau feng shui. Suatu ketika, penjual atau pembeli akan meminta saran dan pendapat Anda.
Analisis Ekonomi

Modal awal:

Alat komunikasi                                 Rp   2.000.000,.
Kamera digital                                  Rp   2.000.000,.+
Jumlah modal awal                               Rp   4.000.000,.

Dengan metode garis lurus dan masa manfaat peralatan tersebut adalah 8 tahun,
maka beban penyusutan perbulan jika nilai residu Rp 100.000,.
adalah sebesar
(Rp 4.000.000 – Rp 100.000,.) / (8 tahun x 12 bulan) = Rp 40.625,. per bulan.

Perhitungan laba/rugi per bulan

Pengahsilan rata-rata per bulan :

= 2% x (1 unit rumah @Rp 500.000.000,.)          Rp  10.000.000,.

Biaya umum dan lain-lain per bulan :

Biaya iklan di Koran (10x)                       Rp    1.000.000,.
Transportasi                                     Rp      700.000,.
Penyusutan                                       Rp       40.625,.
Telepon dan komunikasi                           Rp      500.000,.
Biaya umum lainnya                               Rp      300.000,.+
Jumlah                                           Rp    2.540.625,.-

Laba bersih per bulan                            Rp    7.459.375,.
 
Artikel terkait:

1. Kerjasama Investasi Properti

2. Peluang Usaha dan Bisnis Properti Tanpa Modal

3. Belajar Menjadi Developer Kecil-kecilan

4. Enam Prinsip Sukses Investor Properti

5. Mengubah 1 Milyar menjadi 7 Milyar pada bisnis Properti

6. Contoh Bisnis Properti Hot Deal

7. Bangun Bisnis, Beli Properti

8. Selling Formula Properti 

9. BIKIN DEVELOPER MODAL MINIM HASIL MAXI

10. Bisnis properti yang berawal dari es cendol


Bisnis properti yang berawal dari es cendol

Bisnis properti yang berawal dari es cendol

KISAH PEDAGANG ES MENJADI PEBISNIS SUKSES

Berbagai pekerjaan kasar pernah dilakoninya, dari kuli angkut, supir angkot hingga tukang es. Berkat kemauannya belajar, pria berdarah Arab-Betawi ini mampu menjadi pengusaha sukses. Setelah melewati krismon, bisnisnya pun terus beranak-pinak.

Kenangan berdagang es sekoteng pada 1980 di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, tak akan pernah dilupakan Hisyam Said Bawahab. Karena, itulah detik-detik awal perubahan drastis dirinya dari orang kecil menjadi pebisnis sukses seperti sekarang. Saat itu pria keturunan Arab-Betawi ini berkenalan dengan salah seorang pembeli es sekotengnya yang ternyata pemilik UI Metal Work (UMW), Umawar. "Waktu itu dia baru pulang dari Inggris. Nawarin sama ane mau nggak ikut dia kerja di perusahaan yang mau dibikinnya di bidang metal works," ujar Hisyam dengan logat Betawi yang kental.

Pria kelahiran 15 April 1954 ini mengaku saat itu ia tidak mengerti apa itu metal works. "Metal itu besi. Works itu bekerja. Lalu kalau digabung, besinya diapain?" katanya mengingat pertanyaan lugunya 30 tahun silam. Namun, ia pikir saat itu tak ada salahnya mencoba. Ia pun menerima tawaran sebagai staf pemasaran. "Saya juga ngeliatin anak-anak bikin apa," ujarnya. Dua tahun kemudian UMW mulai mengkhususkan diri pada pembuatan perangkat dapur (kitchen equipment). Potensi bisnis ini besar karena saat itu belum banyak pemainnya. Hampir semua pengadaan barang untuk kategori ini di berbagai hotel dan perusahaan mengandalkan impor. Dengan keleluasaan seperti itu, UMW cukup berjaya saat itu. Di sinilah Hisyam banyak belajar tentang bisnis. Tahun pertama, banyak proses kerja yang perlu disesuaikan. "Mesin bubut saya berdiameter 60 cm. Setelah sampai ke lokasi, ternyata yang harus dibubut berdiameter 1 meter. Saya harus balik lagi ke kantor," kata pria berusia 56 tahun ini sambil mengingat kerja kerasnya saat itu.

Setahun kemudian, pertumbuhan bisnis UMW turun. Pada momentum inilah Hisyam memilih merintis bisnis sendiri: memproduksi perangkat dapur dengan dibantu tiga karyawan. Hanya setahun berjalan, usaha ini kandas. Supaya dapurnya tetap mengepul, sulung dari 9 bersaudara ini kembali berjualan es. Ketika sedang duduk menanti pembeli es cendolnya di daerah Matraman, Jakarta Pusat, Hisyam ditawari seorang kawan baiknya untuk memakai gedung miliknya. "Pake tuh tempat gue, kosong. Ntar kalau ada duit, baru bayar," ujar kawannya itu. Di gedung inilah ia menjalankan roda bisnisnya yang sempat terhenti, dan kembali diawali dengan tiga karyawan. Kali ini ia bertekad lebih serius. Pada 1985, secara resmi PT Hatindo Metal Utama berdiri — Hatindo adalah singkatan "Hati Indonesia". Produk-produk yang dihasilkannya: meja, tempat cuci piring, pemanas, pendingin, exhaust van dan kompor. Di samping memproduksi, ia juga mengimpor produk lain seperti oven, mixer, steamer dan rice cooker besar yang kualitasnya lebih bagus.

Diakui Hisyam, awalnya ia tidak tahu persis seluk-beluk produksi dan pengadaan peralatan dapur. Namun, ia tak menolak order. Setelah order masuk, barulah ia pelajari struktur perangkat tersebut. Caranya, ia tak segan-segan membongkar barang impor (pendingin, misalnya) untuk mengetahui komponen di dalamnya. Dari sini, ia lalu membuat pendingin versi lokal. Uniknya, kliennya tak keberatan, sehingga Hisyam pun kerap meminta klien membeli perangkat impor yang mereka inginkan, lalu Hatindo akan menirunya.

Sedikit demi sedikit hasil dari bisnis ini ia kumpulkan. Selanjutnya, sebagian dana tersebut digunakan untuk membeli tanah dan membangun pabrik di Ciputat, Jakarta Selatan, seluas 1.000 m2. Sebagian lainnya ia gunakan untuk membeli mesin bekas dan bahan baku yang didapatnya dari kawasan Kota, Jakarta Barat. Seiring dengan pertumbuhan bisnisnya, karyawan pun bertambah. Pelanggannya tersebar di mana-mana, bahkan sampai luar Jawa. Rahasianya cuma satu: bisa membuktikan punya produk yang tidak kalah bagus kualitasnya dari produk luar negeri. “Selanjutnya, ya mau capek dan kerja keras,” ungkapnya sembari menambahkan, saat itu ia kian sering mengikuti berbagai pameran baik di dalam maupun di luar negeri. Melihat perkembangan usahanya yang pesat, Bank BNI menawarinya kredit. Saat itu ia pun mengambil Kredit Usaha Kecil BNI sebesar Rp 50 juta. Hisyam tidak membutuhkan waktu lama untuk melunasinya: hanya setahun.

Lama-kelamaan, bisnis ini mulai banyak diminati orang. Namun, Hatindo tak goyah. Perusahaan ini tetap melanjutkan pelayanan 24 jam terhadap konsumen. "Kalau sore karyawan pulang, saya taruh dua karyawan untuk menjaga, takutnya ada telepon klien masuk," kata Hisyam. Kelebihan lain, Hatindo selalu percaya diri terhadap semua permintaan. Pantang bagi Hatindo menolak. Bagi Hisyam, tak ada yang tidak mungkin. Sesulit apa pun permintaan klien, selalu ada jalan keluarnya. Ia menekankan pada anak buahnya untuk secepat mungkin mengeksekusi permintaan klien. "Penawaran tidak boleh lama. Orang telepon sekarang, ini hari juga harus sampai ke dia," ujarnya tandas. Penawaran di sini biasanya menyertakan gambar, perhitungan, spesifikasi, dan lain-lain yang terkait dengan order. Tidak ada kata besok. Lama pembuatan barang sekitar 1-3 bulan. "Saya planning pakai kapal laut pengiriman barang impor. Tapi saya lihat outlet-nya sudah mau buka. Maka, saya ubah naik air plane," papar Hisyam mencontohkan salah satu cara kerjanya.

Prinsipnya: kibarkan bendera dulu. Nanti kalau bendera sudah berkibar, kerugian (uang) yang sebelumnya bisa kembali. Baginya, keuntungan merupakam hal nomor dua setelah pelayanan. "Sampai-sampai kalau saya datang ke klien, saya bilang, ‘Gue dateng ke sini bukan cari order. Gue datang cari lu’," kata Hisyam. Rupanya cara tersebut cukup jitu untuk mengambil hati calon klien. Menurutnya, hal terpenting pertama adalah klien mau memakai jasanya. Jika jumlah klien sudah banyak, untuk cari klien baru ia cukup bilang, "Masak ente gak mau pakai jasa kita?"

Pendekatan ini cukup berhasil. Saat itu, hampir bisa dipastikan, kalangan restoran besar, perusahaan multinasional dan hotel berbintang lima (pada 1980-an dan 1990-an), menggunakan jasa Hisyam. Sebutlah, Hotel Hilton dan resto Ponderosa di Widjojo Center. "Okupansi hotel sangat tinggi. Mereka sudah tidak mikir harga. Yang penting, siapa yang bisa cepat, dia yang dapat order," ujar ayah tiga anak ini. Bahkan, Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, pernah menjadi kliennya. Ia punya istilah yang unik untuk usahanya. "Kepusingan orang kami ambil, kami jadiin duit. Kalau dipusingin lagi, orang malah lari," ungkapnya. Dan, ia menyebut manajemen usahanya sebagai gaya manajemen jalanan.

Pada 1985, ia berkenalan dengan Ron Muller, yang ketika itu merupakan pemegang master franchise Pizza Hut (PH) di Indonesia. Ron ternyata memercayakan pengadaan alat-alat dapurnya pada Hatindo. Ekspansi PH di Indonesia sangat cepat. Hanya dibutuhkan waktu empat tahun untuk membuka 75 gerai. Hatindolah yang ketiban rezeki mengerjakan perangkat dan instalasi dapur untuk 75 gerai PH saat itu. Hisyam mengaku, omset terbesar sampai sebelum 1995 berasal dari order PH. Malah, ia dipercaya memproduksi boks pengantar PH (ditempelkan di motor petugas). Dalam sebulan, Hatindo memproduksi ratusan ribu boks. Derasnya order dari PH membuatnya harus menyewa pabrik di Pulogadung, Jakarta Timur. Sepanjang malam, Hisyam tiada henti memperhatikan kelangsungan proses kerja di pabrik. Dari order boks pengantar piza saja, ia bisa meraih keuntungan Rp 30 juta/bulan — angka yang cukup besar kala itu. Selama sepuluh tahun ia mendapatkan order dari PH untuk produksi boks pengantar pizza. "Nekuk uangnya aja di dompet ampe susah," ujar Hisyam berkelakar. Bisa dikatakan, periode 1985-95 merupakan masa jaya Hatindo. Saat itu jumlah karyawannya mencapai 250 orang.

Hisyam mengakui bisnis yang dijalaninya saat itu sangat menggiurkan. Gambarannya, harga ditentukan dari seberapa tinggi tingkat kesulitan dan harga barang yang diimpor. Seperangkat dapur untuk resto nilainya bisa mencapai Rp 300 juta/gerai. Marginnya 80%-100% per order. Ada tiga unsur perhitungan keuntungan: material, proses dan profit — perbandingannya sama. Dengan margin yang cukup besar itu, akhirnya ia berhasil menyelesaikan pembangunan pabrik barunya di Ciputat.

Sampai kemudian pada 1998 datanglah bencana itu: krisis moneter. Mayoritas klien lamanya tidak lagi berekspansi, bahkan banyak di antaranya yang menutup gerai. Alhasil, omset Hatindo merosot drastis. "Sejak krismon, kami susah. Modal yang dibutuhkan besar, tapi untungnya tipis," ungkap Hisyam. Boleh jadi, itu karena nilai tukar rupiah yang anjlok drastis akibat krismon dan mahalnya bahan baku. Bahkan, kini ia tidak bekerja sama lagi dengan PH. Untunglah, ia masih bisa mendapat klien baru, di antaranya resto Dairy Queen, resto sandwich Cali Deli dan pabrik sepatu.

Tahun 2000, pelan-pelan bisnis Hatindo mulai merangkak naik. Dan, pada 2001 ia memutuskan mulai mencoba bisnis lain. Setelah hanya menjadi pemasok perangkat dapur untuk resto piza, ia beralih menjadi pemilik resto sejenis, yang memakai merek Papa Ron’s Pizza. Gerai pertamanya ada di Warung Buncit. Gerai ini juga merupakan gerai Papa Ron’s pertama di Indonesia. Ia membeli lisensi franchise dari Ron Muller, pendirinya. Sukses dengan gerai pertama, Hisyam membuka gerai kedua dan ketiga di Permata Hijau, Jakarta Selatan, dan Depok. Hubungan baiknya dengan Ron Muller, yang diawali di Pizza Hut, masih terjalin sampai sekarang.

Diungkapkan Hisyam, modal pembangunan satu gerai Papa Ron’s tergolong besar. Khusus interior dan dapur memakan dana Rp 1,5 miliar. Ini belum termasuk modal tanah dan bangunan. Alhasil, nilai investasinya minimal Rp 5 miliar per gerai. Setiap gerai mempunyai perbedaan dalam periode kembali modal. Namun, ada beberapa gerai yang mampu meraih breakeven point dalam waktu lima tahun. Satu gerai membutuhkan 25-35 karyawan.

Properti merupakan bisnis Hisyam selanjutnya. Lebih dari lima gedung di sepanjang jalan Warung Buncit merupakan properti yang dibangunnya. Sebenarnya, pada 1994 ia sudah merintis bisnis ini. Saat itu ia mencoba peruntungan pertama dengan membeli tanah dan membangun perumahan Pesona Agung (23 unit rumah) di Depok, seluas 2 ha. Pada 1996 semua rumah tersebut terjual. Satu rumah disisakannya sebagai rumah pribadinya. Margin yang diambilnya 50%-60%. Ini berbeda dari tren industri properti sekarang di mana margin yang diperoleh hanya 30%. "Sekarang daya belinya lemah. Jadi, kami tidak bisa menahan lama."

Hisyam mengakui bisnis properti yang dijalaninya tidak berbadan hukum. Kegiatan bisnis ini bersifat perorangan. Polanya adalah dengan membeli tanah di berbagai kawasan. Setelah dibangun untuk kepentingan ruko, gedung perkantoran atau perumahan, ia pun akan menjualnya.

Pelan tetapi pasti, proyek propertinya bertambah. Ia mencermati, tak ada rumah mewah yang tak laku. Alhasil, ia membangun 22 rumah di Sektor 9 Bintaro, dilanjutkan dengan membangun perumahan Pesona Eksklusif. Ia juga membangun 35 rumah serupa di kawasan pinggiran Jakarta seperti Ciputat, Supratman, Pondokrangon dan Jatimakmur. Beberapa di antaranya sedang dalam pembangunan. Prinsipnya, setiap ia menyelesaikan satu proyek pembangunan, walaupun belum terjual, tenaga kerja akan dialihkan untuk mengerjakan proyek pembangunan selanjutnya. "Sayang bila ada tenaga tidak dimanfaatkan," ujar mantan anggota Dewan Pakar Partai Keadilan Sejahtera ini.

Selain sukses dengan bisnis perumahan, Hisyam membangun beberapa gedung di sepanjang Jalan Warung Buncit: Menara Takaful (gedung pertamanya), Menara Kospin, Ranch Market, dan beberapa ruko lain. Ia sengaja mengambil kawasan Warung Buncit. Alasannya, "Daerahnya manis," kata Hisyam seraya menerangkan, daerah manis artinya cepat terjual. Padahal, diakuinya, harga tanah di wilayah ini tergolong mahal, kini mencapai Rp 10 juta/m2. Ada beberapa gedung miliknya yang laku terjual seharga Rp 20-an miliar di kawasan itu.

Tak hanya properti yang memikat Hisyam. Diam-diam ia merintis bisnis distributor pendingin dari Taiwan. Untuk itu, ia mendirikan anak usaha dengan nama PT Kota Jaya. "Begitu produk Cina masuk dengan harga lebih murah, pendingin kami kalah harga," ujarnya. Sekarang Kota Jaya yang secara operasional ditangani anak pertama Hisyam juga membuat perangkat dapur berbahan dasar stainless steel.

Saat ini bisnis Hisyam beragam. Ia tak hanya berbisnis perangkat dapur, properti dan alat pendingin, tetapi juga alat kesehatan, biro perjalanan dan agensi periklanan. Akan tetapi, di bisnis-bisnis yang dirintis saudaranya itu, ia hanya menaruh kepemilikan saham, masing-masing sekitar 25%. Bagi Hisyam, memulai bisnis tak perlu berpikir lama. Hanya ada satu pertimbangan utama: bisnis ini mempunyai potensi berkembang ataukah tidak. Selanjutnya, ia akan mengeksekusi rencana itu. "Bisnis itu berbuat. Bukan ngomong. Ngga ada tuh kata ‘nanti’ buat saya. Waktu saya muda, setahun ini bisa bikin berapa proyek. Jalan semua.," ujarnya bangga.

Tahun ini Hisyam berencana membuka bisnis baru yang berkaitan dengan kartu belanja dan televisi kabel. Dikatakannya, setelah melintasi berbagai industri bisnis, ia banyak mendapat pelajaran berharga untuk tetap menjaga kelangsungan usaha. "Kalau buka itu gampang, maintain-nya yang sulit," katanya. Ia berkeyakinan, berbisnis apa pun, selama masih ada kemauan dan kerja keras, pasti bisa dibangun.

Menurut Noragraito, Manajer Operasional PT Entertainment International Tbk. — perusahaan yang menaungi merek Papa Ron’s, salah satu sifat Hisyam yang menonjol adalah keterbukaan. "Di setiap bisnisnya, Hisyam blak-blakan ngomongin soal modal dan keuntungan. Ia ingin karyawannya pun merasa memiliki perusahaan tersebut," kata lelaki 58 tahun itu. Hisyam juga tak pelit berbagi ilmu. Jika ada karyawannya yang merasa kesulitan mengerjakan tugas, Hisyam tak segan-segan memberitahu strategi pentingnya. "Dia selalu bilang, ‘Ini sawah kalian. Kalau kalian serius menggarapnya, hasilnya pasti bagus dan kembali untuk kalian’," kata Noragraito menirukan perkataan Hisyam. Menurutnya, sifat itu terkadang menjadi bumerang bagi Hisyam. Banyak anak buahnya yang keluar karena mempunyai bekal tentang strategi berbisnis di industri yang sama.

Karakter Hisyam lainnya yang menonjol adalah kepeduliannya pada anak buah. "Tidak lihat level. Asal karyawannya berprestasi dan ada keuntungan lebih, dalam setahun pasti ada saja anak buahnya yang dibiayai naik haji," ujar pria yang sudah 23 tahun mengenal Hisyam itu.

Artikel terkait:

1. Kerjasama Investasi Properti

2. Peluang Usaha dan Bisnis Properti Tanpa Modal

3. Belajar Menjadi Developer Kecil-kecilan

4. Enam Prinsip Sukses Investor Properti

5. Mengubah 1 Milyar menjadi 7 Milyar pada bisnis Properti

6. Contoh Bisnis Properti Hot Deal

7. Bangun Bisnis, Beli Properti

8. Selling Formula Properti 

9. BIKIN DEVELOPER MODAL MINIM HASIL MAXI

10. Bisnis properti yang berawal dari es cendol

11. Peluang Bisnis Agen Properti


Monday, November 29, 2010

BIKIN DEVELOPER MODAL MINIM HASIL MAXI

BIKIN DEVELOPER MODAL MINIM HASIL MAXI

Pada awal mulanya saya juga gak kepikiran, mimpi juga enggak punya
"menjadi Developer"??? ehm....

Tapi eh…. ternyata kalo udah mengenal ilmunya… kayanya jadi mungkin, dan kini kenyataan bahwa saya kini sedang mengelola sebuah perumahan di Daerah Pamulang,
Anda pun bisa kok jadi pengusaha developer, hanya dengan SATU modal ,yaitu ” KEMAUAN”dan "Kerja Keras "….lah terus gimana caranya, saya kan gak punya modal, apalagi developer kan bisnis kelas kakap……” KEMAUAN” sih kuat…..itulah yang selalu jadi pertanyaan pada diri saya…..
AKU KASIH TAU CARA BIKIN DEPELOVER dengan “MODAL MINIM”
ada Tiga komponen yang HARUS kita mainkan agar kita bisa membuat depelover modal MINIM
1. Pemilik tanah yang tanahnya mau di ajak kerjasama……
2. Kontraktor………
3. Perbankan……..
nah itulah tiga Komponen tersebut…yang harus kita mainkan….
pertanyaan saya, dimana kita harus mengeluarkan modal…..????????
Lokasi proyek dimodali oleh pemilik tanah, biaya konstruksi di talangi oleh Kontraktor dalam bentuk pembayaran per termijn, untuk bayar kontaktor pake duit Bank lewat KPR….
SELESAI SUDAH KITA BISA MEMBUAT DEPELOVER TANPA ” MODAL “…………………………..
ini hanya ilustrasi mudahnya. tapi pada kenyataanya tetap kita harus mempunyai modal awal, dari mana kita dana awal untuk membuat Ijin dan legalitas, pembuatan marketing keet, pematangan lahan dan biaya perencanaan. itu semua harus dilakukan sebelum ada penjualan. tapi di banding omzet yang di dapat tentu modal itu jauh lebih menjanjikan dari pada bisnis-bisnis yang lainnya….
jadi pada prinsipnya pada bisnis ini tetap bisnis bermodal besar, hanya modal terbesar ada pada pemilik tanah, untuk itu kita harus bisa berlaku adil dalam pembagian hasil dengan pemilik tanah, karena dialah komisaris terbesar sebagai pemilik tanah…
langkah selanjutnya yang harus anda lakukan adalah :
CARI TANAH….
Cari lahan yang tanahnya mau di ajak kerjasama, untuk di garap menjadi perumahan…….
tanah yang luas biasanya sangat sulit untuk di jual pada masa kini, siapa yang mau beli tanah ber milyar2 kalo bukan untuk di buat pabrik, atau perumahan….
jadi kemungkinan orang untuk bekerja sama dalam pengelolaan tanah sangat di mungkinkan sekali….
untuk saat ini sangat banyak sekali developer yang menjalankan sistem kerja sama dalam membuat proyek perumahan…
jika kita sudah mendapatkan tanah yang mau di ajak kerja sama dalam pembangunan proyek perumahan, adalah satu langkah buat anda untuk menuju terlaksanannya proyek perumahan….karena faktor tanah adalah modal terbesar dalam proyek ini…..
ajaklah pemilik tanah untuk menjadi anggota komisaris dalam kepemilikan proyek perumahan, dan bersikaplah terbuka kepada pemilik lahan dalam perhitungan bisnisnya …jangan mentang-mentang si pemilik tanah orang kampung yang kebetulan tanahnya banyak, lalu kita memanfaat kan dia dengan segala kepolosannya…INGAT…bisnis ini harus dengan KEJUJURAN dan juga KEBERSAMAAN dalam pengelolaannya…agar tidak ada perselisihan di kemudian hari….
Jadi Tanah adalah elemen yang terpenting dalam bisnis perumahan…..ya kalo gak ada tanah apanya yang mau di garap hehe….
oh ya….tapi awas, jangan asal ada orang yang mau tanahnya di kerja samakan lalu langsung kita sikat…..
kita harus analisa juga lokasi tanah itu berada….apa dekat kuburan…?/ tanahnya jauh dari pusat kota atau kegiatan penduduk…? atau tanahnya bermasalah….? cek dulu bukti kepemilikannya…? dan lainnya…….., tanah yang memiliki kontur datar dan tajam juga harus dilihat, karena akan menentukan biaya pembuatan infra strukturnya…..
kalo untuk tahap pemula sebaiknya kita menggarap lahan yang tidak terlalu luas, misalnya kita cukup menggarap 3.000 m2 aja dulu…karena di awal kita belum banyak diketahui tentang kendala apa saja yang akan kita hadapi, harus kemana kita mengurus perijinan, dan lain sebagainya….
Langkah Kedua yang harus di kerjakan adalah :
Mencari Kontraktor bangunan
untuk mengerjakan proyek kita…ini sih gampang banget….berbondong bondong tuh para kontraktor ngantri di depan kantor kita, lah….jaminannya apa bagi kontraktor, kalo depelover ini benar-benar bisa di percaya….depelover nya aja modal dengkul…..???
sistem pembayaranya dibuat perjanjian kerjasama dengan pihak perbankan, agar pada proses pencairan biaya KPR langsung di split atas nama rekening depelover, rekening kontraktor dan rekening si pemilik lahan….udah aman semuanya…..tidak akan ada dusta di antara kita…
memang kadang-kadang banyak pengembang yang ngemplang pembayaran sama kontraktor, padahal pencairan dari pihak bank udah cair….eh oleh pengembang malah dibelikan lagi untuk DP tanah di tempat lain….dan hal itu sangat sering terjadi…, maka berhati-hatilah bagi kontraktor jika ingin mengambil pekerjaan pada pihak pengembang….banyak pengembang nakal…..
langkah yang ke Tiga :
Menjalin kerja sama dengan pihak perbankan
ajukan proposal kerja sama dengan beberapa bank, bank pasti mau kok di ajak kerja sama. orang perbankan juga sama butuh nasabah….nah kita yang memberi nasabah ke pihak bank….ya,,,pasti bank atooh….atuh, di kasih nasabah….
GIMANA KITA SIAP JADI PENGUSAHA DEPELOVER…….????????
YAH KITA COBA AJA DULU JANGAN MENYERAH SEBELUM BERPERANG…..AYOOO….KAMU PASTI BISA…..!!!!!!!!!